Kegiatan


Selamat Ulang Tahun ke-10 BNPT

Selamat Ulang Tahun ke-10 BNPT
 
Bogor, FKPT Center - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kamis (16/7/2020), genap berusia 10 tahun. Di usianya yang masih sangat muda, BNPT diharapkan semakin matang dalam penanganan terorisme di Indonesia, khususnya sejak dari hulu. 
 
Harapan itu di antaranya disampaikan oleh Ketua  Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Selatan, Periansya, menyikapi perkembangan penyebarluasan ideologi radikal terorisme yang belakangan semakin mengkhawatirkan. 
 
"Saya sepakat dengan apa yang pernah disampaikan oleh Kepala BNPT, Bapak Boy Rafli, bahwa terorisme adalah fenomena di hilir. Artinya, pencegahan harus dilakukan sejak dari hulu," kata Periansya. 
 
FKPT merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk oleh BNPT sejak tahun 2012 lalu, dan hingga kini sudah berdiri di 32 provinsi se-Indonesia. FKPT beriskan perwakilan tokoh masyarakat yang dibentuk sebagai upaya pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme. 
 
Periansya menambahkan, salah satu permasalahan di hulu terorisme yang harus diatasi adalah upaya penegakan khilafah yang gerakannya bahkan sudah menyebar hampir ke seluruh elemen di masyarakat. "Termasuk di lingkungan ASN dan TNI/Polri.  Dalam bayangan saya jika perlu BNPT melakukan litsus untuk mengatasi masalah ini," tandasnya. 
 
Di hari ulang tahun BNPT ke-10, secara pribadi dan mewakili keinginan FKPT se-Indonesia, Periansya menegaskan komitmennya untuk terus dilibatkan dalam pencegahan terorisme di Indonesia. 
 
"Untuk memaksimalkan peran FKPT semoga ke depan FKPT bisa dinaikkan statusnya menjadi bagian organik dari BNPT," tegas Periansya. 
 
Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, yang membawahi keberadaan 32 FKPT se-Indonesia, mengatakan keberadaan FKPT telah terbukti mampu membantu meredam penyebarluasan ideologi radikal terorisme. FKPT juga disebut sebagai bentuk sinergi yang bagus antara unsur pemerintah dan masyarakat. 
 
"Di usianya yang ke sepuluh BNPT berharap FKPT terus mampu bersinergi dan menggalang sinergi lanjutan di daerahnya. Semakin besar masyarakat yang berhasil dilibatkan akan memperbesar tingkat keberhasilan pencegahan terorisme," kata Andi Intang. 
 
Perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu juga mengingatkan, setiap elemen di FKPT harus mampu membentengi dirinya dari pengaruh ideologi radijal terorisme, untuk selanjutnya mampu melindungi komunitas masyarakat di wilayahnya. "Jangan sampai sebaliknya pengurus FKPT yang terpapar ideologi radikal terorisme," tegasnya. 
 
Sementara Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar, pada sambutan di syukuran Harlah BNPT ke-10 di Sentul, Bogor, menyampaikan keterlibatan dalam upaya penanggulangan terorisme haruslah disyukuri. Setiap pihak yang terlibat dalam penanggulangan terorisme disebutnya merupakan representasi Tuhan untuk ikut serta menyelamatkan manusia lainnya.