Kegiatan


Pelibatan Masyarakat Dalam Pencegahan Terorisme Kembali Digelar, Protokol Kesehatan Diterapkan

Setelah vacum selama hampir 4 bulan, BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), kembali menggelar kegiatan dialog pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, menyampaikan rasa syukurnya atas kembali dilaksanakannya kegiatan pelibatan masyarakat  dalam pencegahan terorisme. Hal ini disebutnya sebagai wujud komitmen pemerintah untuk terus melibatkan masyarakat dalam penanggulangan terorisme di Indonesia.

"Semua kegiatan ini sudah diagendakan sejak awal tahun kemarin, sehingga ketika kondisinya sudah memungkinkan pelaksanaannya harus dilanjutkan. Semoga ke depan akan tetap baik kondisinya, sehingga tidak ada lagi penundaan," kata Andi Intang, Rabu (22/7/2020).

Secara serentak hari ini dilaksanakan kegiatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme di 3 provinsi, yaitu bidang Media Massa, Hukum, dan Humas di Nusa Tenggara Timur, bidang Pemuda dan Pendidikan di Kalimantan Barat, dan bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Banten.

"Besok dilanjutkan kegiatan bidang Agama, Sosial, dan Budaya di Kalimantan Utara," tambah Andi Intang.

Dalam pelaksanaannya, Andi Intang memastikan diterapkannya protokol kesehatan mencegah penyebarluasan virus Corona. BNPT dan FKPT bahkan telah mengganti sebagian seminar kit yang dibagikan ke peserta untuk mendukung penerapan protokol kesehatan tersebut.

"Kami bagikan ke peserta masker, faceshield, dan handsanitizer.   Kami juga berkoordinasi dengan pihak hotel untuk mengatur kursi peserta agar dapat menjaga jarak, serta menjami ketersediaan fasilitas cuci tangan semuda mungkin di lokasi," jelas Andi Intang.

Ia bergarap dengan kembali dilaksanaknnya kegiatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme, penyebarluasan ideologi radikal dapat diredam.

"Di masa pandemi ini sebenarnya dialog-dialog virtual juga terus kami selenggarakan. Semoga dengan kembali dilaksanaknnya kegiatan tatap muka langsung, pencegahan terorisme bisa semakin maksimal," pungkas Andi Intang.

FKPT merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk oleh BNPT sebagai upaya melibatkan masyarakat dalam pencegahan terorisme. FKPT saat ini sudah berdiri di 32 provinsi se-Indonesia, terdiri atas perwakilan tokoh masyarakat di setiap lokasinya, meliputi tokoh agama, budaya, pendidikan, pemuda, ekonomi, dan perempuan. [shk/shk]