Kegiatan


BNPT Ke Pelajar: Jika Temukan Penyebarluasan Ideologi Radikal, Laporkan!

Banjar, FKPT Center - BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan, Rabu (19/8/2020), menggelar kegiatan Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme di Kabupaten Banjar. Lewat kegiatan ini pelajar diundang terlibat aktif di pencegahan, dengan melaporkan ke pihak terkait apabila menemukan adanya penyebarluasan ideologi radikal terorisme.

"Jangan sebaliknya mengikuti. Jika kalian menemukan penyebarluasan ideologi radikal, laporkan ke pihak sekolah, laporkan ke orang tua," kata Kepala Subdirektorat Pemulihan Korban BNPT, Kolonel (Czi) Roedy Widodo.

Roedy juga mengenalkan berbagai bentuk ideologi radikal terorisme dalam paparannya, antara lain dialog-dialog tertutup yang mengarah pada pengingkaran terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara. Bentuk lainnya adalah narasi-narasi kebencian berdasar perbedaan suku, agama, dan ras, yang berpotensi memicu intoleransi dan aksi terorisme.

"Yang seperti itu banyak beredar di media sosial. Oleh karena itu kami mengingatkan, hati-hati memanfaatkan media sosial," pesan Roedy.

BNPT dan FKPT, masih kata Roedy, terus berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebarluasan ideologi radikal terorisme tersebut.  Salah satunya lewat kegiatan pelibatan pelajar ini, yang di dalamnya di antaranya diisi dengan lomba pembuatan video pendek bertema "Kita Indonesia". "Ini upaya mendorong pemanfaatan gawai dan media sosial secara positif. Mari ikuti lomba, buat video terbaik, dan tebarkan pesan-pesan damai untuk mencegah terulangnya aksi terorisme," tegasnya.

Di akhir paparannya Roedy menegaskan, terorisme merupakan pemahaman berbahaya yang harus dihindari oleh semua elemen masyarakat, tak terkecuali pelajar yang saat ini ditengarai menjadi sasaran utama perekrutan. Terorisme tidak memiliki korelasi apapun dengan ajaran agama tertentu, sekaliknya menunggangi ajaran agama, suku, dan ras sebagai sarana penyebarannya.

"Indonesia sudah merasakan dampak rsauknya sendi kehidupan akibat terorisme. Bahkan ada negara lain yang sampai mengeluarkan travel warning bagi warga negaranya. Jangan sampai itu terulang kembali," pungkas Roedy. [shk/shk]