Kegiatan


BNPT Bekali ASN Barunya dari 2 Virus Mematikan

Bogor, FKPT Center - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan menggelar pembekalan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) barunya dari 2 virus mematikan, Covid-19 dan radikalisme. Pembekalan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. 
 
"Ini bagian dari sosialisasi new normal di lingkungan lembaga negara. Tentang Covid akan disampaikan bagaimana metode kerja di tengah pandemi, sementara tentang radikalisme akan berpusat bagaimana para ASN bisa membentengi dirinya dari pengaruh radikalisme," kata Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, Jumat (5/6/2020). 
 
Andi Intang menambahkan, rencananya pembekalan itu akan dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Juni mendatang. Sebanyak 94 ASN yang baru direkrut pada angkatan IV akan mengikuti pembekalan secara virtual. 
 
"Kami manfaatkan aplikasi GoToMeeting. Peserta dan pemateri akan mengikuti jalannya kegiatan secara online dari ruang kerja masing-masing," jelas Andi Intang. 
 
Selain merupakan agenda rutin bagi setiap ASN di lingkungan BNPT, masih kata Andi Intang, pembekalan ini dianggap penting sebagai benteng atas tugas pokok dan fungsi yang akan dijalani oleh ASN tersebut ke depannya. "Dengan masuk ke BNPT mereka (ASN, Red.) akan terlibat di setiap upaya pencegahan penyebarluasan radikalisme dan terorisme. Di tengah mewabahnya Covid-19 ini semua ASN harus responsif dengan setiap narasi radikalisme yang berkembang dengan memanfaatkan pandemi," tandasnya. 
 
Kegiatan yang sama juga dimaksudkan untuk menciptakan spektrum damai pada setiap pribadi ASN di lingkungan BNPT,   sehingga tidak hanya mampu membentengi dirinya sendiri, namun juga menghadirkan pengaruh positif bagi lingkungan dan komunitasnya. 
 
Kegiatan ini akan menghadirkan pemateri dari jajaran pejabat di lingkungan BNPT, antara lain Pelaksana Tugas Sekretaris Utama, Bambang Surono, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi,  Hendri Paruhuman Lubis, Direktur Pencegahan, Hamli, dan Kepala Bagian Kepegawaian, Suniah Setyawati. 
 
Selain itu akan dihadirkan pula pemateri dari luar BNPT,  yaitu Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten, Amas Tadjuddin, serta mantan narapidana terorisme, Kurnia Widodo dan Yudi Zulfahri. 
 
"Harapan kami lewat pembekalan ini wawasan para ASN baru tentang upaya pencegahan radikalisme dan terorisme semakin luas, sehingga mampu menopang terlaksananya tugas dan pekerjaan mereka ke depan," pungkas Andi Intang. [shk/shk]