Kegiatan


Tidak Berdiri Sendiri, Penanganan Terorisme Harus dari Hulu

Tidak Berdiri Sendiri, Penanganan Terorisme Harus dari Hulu 
 
Jakarta, FKPT Center - Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar, menegaskan terorisme terjadi bukan karena penyebab tunggal. Terorisme merupakan fenomena yang terjadi di hilir, sehingga penanganannya harus dimulai sejak di hulu. 
 
Ini dikatakan Boy saat menyampaikan pidato kunci di pembukaan diskusi virtual bertajuk "Menakar Daya Tangkal Masyarakat  terhadap Radikalisme dan Terorisme di Tengah Pandemi Covid-19" yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan, 16 Juni 2020 lalu.
 
"Hulu daripada terorisme adalah kebencian, intoleran dan radikalisme," ungkap Boy. 
 
Oleh karena itu, lanjut Boy, penangkapan, penjara, dan bahkan peluru tajam tak akan menyelesaikan permasalahan terorisme. Ideologi menyimpang yang dipraktikkan dalam bentuk ujaran kebencian, sikap intoleransi, dan radikalisme dalam beragama harus terlebih dahulu diluruskan. 
 
"Kerjasama yang baik antara unsur pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat yang dikoordinir oleh tokoh masyarakat akan menghadirkan penanganan yang maksimal terhadap semua persoalan itu," tegas Boy. 
 
BNPT dikatakan oleh Boy, senantiasa mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh masyarakat, baik offline maupun online,  yang berupaya mendengungkan narasi damai, cinta tanah air dan sesama, serta wawasan kebangsaan. "Kegiatan semacam itu merupakan antidot virus radikalisme," tandasnya. 
 
Terkait situasi pandemi Covid-19 dan tantangan yang ada dalam penanggulangan terorisme, perwira polisi penyandang tida bintang tersebut menekankan pentingnya pendampingan terhadap generasi muda. Dikatakannya, pemuda sangat rentang terpengaruh arus deras informasi negatif yang disebarkan kelompok pelaku terorisme. 
 
"Oleh karena itu semua kita yang hadir dini harus terus meningkatkan kerjasama, membangun jaringan yang ada, ofline maupun online, sehingga di tengah segala keterbatasan yang ada tetap mampu berperan untuk masyarakat dalam penanggulangan terorisme," tutup Boy. 
 
Ketua FKPT Kalimantan Selatan, Aliansyah Mahadi, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya terus membangun mewaspadaan masyarakat terhadap terorisme, utamanya pascakejadian penyerangan Mapolsek Daha Selatan. 
 
"Kami sampaikan terimakasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Selatan atas dukungan, kehadiran, dan kesediaannya membuka acara ini, serta Kabinda yang nanti akan menjadi pemateri," kata Aliansyah. [shk/shk]