Kegiatan


Orang Tua Diminta Tingkatkan Pendampingan Ke Anak Di Masa Pandemi

Banten, FKPT Center - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten, Kamis (18/6/2020), menggelar diskusi virtual bertajuk "Banten Damai: Penguatan Pemuda Cegah Bersama Gerakan Paham Menyimpang". Diskusi menyimpulkan pentingnya peningkatan pendampingan orang tua ke anak-anak di masa pandemi Covid-19.

Ketua Bidang Pemuda dan Pendidikan FKPT Banten, Sholehudin, dalam paparannya mengungkap anak-anak masih menjadi incaran utama penyebarluasan paham radikal terorisme. Potensi akan hal ini meningkat di masa pandemi, diakibatkan oleh  meningkatnya tren penggunaan internet untuk aktifitas belajar di rumah.

"Konten-konten bermuatan paham radikal  terorisme banyak bertebaran di internet, sehingga meningkatnya penggunaan internet turut meningkatkan potensi keterpaparan anak-anak," kata Sholehudin.  

Untuk mencegah hal itu, lanjut Sholehudin, pendampingan ketat mitlak dilakukan oleh orang tua. "Pendampingannya bahkan harus ditingkatkan sebagai bagian dari pengawasan melekat atas penggunaan internet oleh anak-anak," ujarnya.

Peningkatan pendampingan orang tua terhadap anak-anak juga mutlak diperlukan mengingat aktifitas belajar anak-anak di masa pandemi sepenuhnya dilaksanakan di rumah. Meski demikian dia juga meminta guru sekolah juga tetap ikut melakukan pendampingan terhadap anak didiknya, meskipun tidak dilakukan secara tatap muka langsung.

Dalam penjelasannya Sholehudin juga mendorong  orang tua dapat meningkatkan pemberian wawasan kebangsaan ke anak-anaknya, sebagai bagian dari upaya menangkal paham radikal terorisme.

"Pengikutsertaan anak-anak pada kegiatan positif juga harus terus diintensifkan, dengan tetap memperhatikan pemberlakuan protokol  kesehatan di tengah mewabahnya Covid," jelas Sholehudin.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayor Jenderal Hendri Paruhuman Lubis, pada kesempatan yang sama menekankan pentingnya membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi radikal.

"Selain perempuan, generasi muda merupakan target ideologi radikal. Oleh karena itu kita harus bersama-sama berusaha sekuat tenaga membentengi generasi muda agar selamat dari pengaruh radikalisme terorisme," tutup Hendri. [shk/shk]